• Kamis, 20 Januari 2022

Disebut Polri Danai JI, Petinggi LAZ BM ABA Terancam Pidana 15 Tahun

- Sabtu, 20 November 2021 | 09:00 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum ( Kabagpenum ) Polri Kombes Ahmad Ramadhan. (Humas Polri)
Kepala Bagian Penerangan Umum ( Kabagpenum ) Polri Kombes Ahmad Ramadhan. (Humas Polri)

Jakarta, koranmemo.com – Pemberantasan terhadap aksi terorisme di Indonesia terus dilakukan. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebut tersangka FAO dan AZA diduga berkaitan dengan praktik pendanaan terorisme.

Diketahui, keduanya merupakan petinggi dari yayasan yang didirikan untuk membantu pendanaan jaringan Jamaah Islamiyab (JI) bernama Lembaga Amil Zakat Badan Mal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

“Ancaman hukumannya kalau berdasarkan pendanaan teroris ancaman 15 tahun penjara,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum ( Kabagpenum ) Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/11/2021).

Dalam operasi penangkapan di kawasan Bekasi 16 November kemarin, penyidik juga mengamankan seorang tersangka teroris lain bernama AA. Hanya saja, dia terlibat dalam organisasi sayap JI yang bertugas memberikan bantuan hukum bernama Perisai Nusantara Esa.

Baca Juga: Meski Diprotes, Tahapan Pilkades di Madiun Tetap Jalan 

Baca Juga: DPRD Kabupaten Kediri Bentuk 4 Pansus Pembahasan 5 Raperda

Ramadhan merincikan, penyidik menerapkan Pasal 15 jo pasal 7 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme untuk menjerat para tersangka.

Sementara, penyidik juga menggunakan Pasal dalam Undang-undang khusus Nomor 9 Tahun 2003 tentang Pendanaan Terorisme untuk yayasan LAZ BM ABA.

“Kita ketahui ini masih dalam proses. Mulai ditangkap sampai nanti 14 hari sesuai UU Terorisme pasal 28 ayat 1 memiliki waktu 14 hari untuk melakukan pendalaman,” tandasnya.

Adapun tersangka yang ditangkap dikenal sebagai sosok penceramah kenamaan. FAO merupakan Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI). Sementara, Ahmad Zain An-Najah merupakan anggota kini dinonaktifkan– Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketiganya diduga merupakan anggota jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang memiliki perannya masing-masing. Farid sebagai anggota dewan syariah Lembaga Amil Zakat Badan Mal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA) atau Yayasan amal yang didirikan untuk pendanaan JI.

Sementara, AZA merupakan anggota dari Dewan Syuro JI atau pihak-pihak yang dituakan di organisasi. Kemudian, ia juga merupakan Ketua Dewan Syariah LAZ BM ABA.

AA merupakan pendiri dari lembaga pemberi bantuan hukum bagi anggota JI yang ditangkap Densus bernama Perisai Nusantara Esa.

Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Sumber: Humas Polri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Badan POM Setujui 6 Jenis Vaksin Booster

Selasa, 18 Januari 2022 | 06:41 WIB

Antisipasi Omicron, Kapolri Tinjau Pelabuhan Benoa

Sabtu, 15 Januari 2022 | 21:19 WIB
X