• Rabu, 8 Desember 2021

Mayat Wanita Penuh Luka yang Ditemukan di Kandang Sapi di Ngawi Ternyata Seorang Janda, Ini Kisah Asmaranya

- Senin, 8 Juni 2020 | 08:15 WIB
Mayat Wanita Penuh Luka yang Ditemukan di Kandang Sapi di Ngawi Ternyata Seorang Janda, Ini Kisah Asmaranya
Mayat Wanita Penuh Luka yang Ditemukan di Kandang Sapi di Ngawi Ternyata Seorang Janda, Ini Kisah Asmaranya

Ngawi, Koranmemo.com - Petugas Satreskrim Polres Ngawi akhirnya berhasil mengungkap identitas mayat wanita yang ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka di kandang sapi belakang rumah milik Kadiyanto warga Desa Gadung, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi.



Mayat wanita berparas ayu tersebut diketahui bernama Yatmini usia 30 tahun. Korban merupakan janda beranak satu dan kesehariannya membuka usaha warung dan permainan biliar di rumahnya Dusun Serenan, Desa / Kecamatan Pangkur.


Ihwal terungkapnya identitas korban dibenarkan Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Khoirul Hidayat setelah pihaknya melakukan identifikasi menggunakan Inafis Portable System (IPS). Usai identifikasi, jenazah korban selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.



"Dari hasil penyelidikan kita, korban adalah betul bernama Yatmini warga Dusun Serenan. Kita gunakan alat kita, muncul identitas korban," ungkapnya.



Menurutnya, kasus tersebut mengarah kepada pelaku yang ditemukan tewas gantung diri di sekitar objek wisata taman selfi Waduk Pondok Desa Gandong, Kecamatan Bringin, Sabtu (6/6).



"Dari keterangan saksi-saksi, mengarah pelaku adalah orang yang gantung diri. Adapun motifnya asmara. Dan dari hasil otopsi, korban tewas terkena pukulan benda keras," jelasnya.



Sementara itu, sejumlah warga tetangga korban menuturkan, jika korban meninggalkan rumah mengendarai sepeda motor sejak Kamis (4/6) sekitar pukul 19.30 WIB.



Menurut warga, sejauh ini korban diketahui punya hubungan khusus dengan Kadiyanto yang ditemukan tewas gantung diri di lokasi wisata Waduk Pondok. "Memang ada hubungannya dengan yang gantung diri. Waktu ada permasalahan ya pas sama Kadiyanto itu," ungkap Budiono tetangga korban.



Ditambahkan, sejauh ini warga melihat jika Kadiono sering datang dan menginap dirumah korban. Bahkan, keduanya pernah digerebek warga dan dibawa ke balai desa. "Tapi nggak jera juga, akhirnya malah seperti ini," ujarnya seraya berharap agar kasus ini menjadi pelajaran warga lainnya agar selalu hidup baik.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Terkini

Wabup Tinjau Proyek RS Mantingan, Begini Progresnya

Jumat, 19 November 2021 | 06:28 WIB

Museum Trinil dan Wisata Tawun Ngawi Mulai Buka

Minggu, 7 November 2021 | 19:33 WIB

Bangunan RPH Unggas Senilai Rp 400 Juta Mangkrak

Sabtu, 6 November 2021 | 10:26 WIB
X