• Rabu, 30 November 2022

Persik Kediri vs Arema FC, Laga Krusial Kedua Tim Yang Sarat Rivalitas

- Jumat, 16 September 2022 | 20:35 WIB
Pelatih Persik Kediri Divaldo Alves bersama Pemain Persik Kediri Faris Aditama saat prematch press conference. (Bayu/Memo)
Pelatih Persik Kediri Divaldo Alves bersama Pemain Persik Kediri Faris Aditama saat prematch press conference. (Bayu/Memo)

Kediri, koranmemo.com - Persik Kediri akan menjadi tuan rumah melawan Arema FC, dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Brawijaya Kediri, Sabtu (17/9/2022). Ini merupakan laga krusial kedua tim yang sarat rivalitas.

Pelatih Persik Kediri Divaldo Alves berambisi mengejar kemenangan pada laga Derby Jawa Timur (Jatim) kontra Arema FC.

Kemenangan pada pertandingan yang sarat akan rivalitas ini akan menjadi modal penting bagi skuad Persik Kediri untuk memperbaiki mental sekaligus posisinya yang masih berada di klasemen bawah.

"Derby selalu berbeda, sarat dengan rivalitas. Jadi pemain harus pintar juga membaca situasi di lapangan. Namun kami harus fokus dengan tim sendiri, kesiapan dan mental yang kuat adalah kunci,” ujar pelatih asal Portugal ini saat sesi prematch press conference, Jumat (16/9).

Baca Juga: WHO Rilis Policy Brief Percepatan Penyelesaian Covid-19, Harus Dilaksanakan Oleh Seluruh Negara

Divaldo mengatakan, persiapan sudah dilakukan dengan matang untuk menghadapi laga ini. Baginya juga tidak penting siapa yang akan menjadi pencetak gol, sepak bola adalah permainan kolektif, yang terpenting Persik bisa meraih poin penuh.

Dua laga Persik sebelumnya yang berakhir dengan skor imbang juga telah meningkatkan mental para pemain. Selain itu, semua pemain juga mengerti betapa pentingnya laga kontra Arema FC, sehingga semangat para pemain juga ikut terpompa.

“Mudah-mudahan kami bisa mencetak gol dan memenangkan pertandingan, soal siapa pemainnya ini permainan kolektif," ujarnya.

Ketika disinggung mengenai pelatih Arema FC yang merupakan mantan Pelatih Persik Kediri dan sama-sama mengejar kemenangan, Divaldo memilih untuk tidak berkomentar banyak. Menurutnya antara sesama pelatih sepak bola harus saling menghormati.

“Saya pikir persiapan kami sudah cukup bagus, mental yang menjadi concern selama ini juga membaik. Saya juga enggan membicarakan hal-hal di luar pertandingan seperti soal pelatih di luar Persik, kami 1 profesi dan harus saling respect," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X