• Rabu, 30 November 2022

Coba Ingatkan Jangan Semprot Gas Air Mata ke Tribun, Suporter Arema Malah Dibentak dan Dipukul Oknum Polisi

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 06:36 WIB
Suporter Arema coba ingatkan jangan semprot gas air mata ke tribun,  polisi malah membentaj dan memukul oknum
Suporter Arema coba ingatkan jangan semprot gas air mata ke tribun, polisi malah membentaj dan memukul oknum
koranmemo.com - Tragedi tragis di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) lalu menyisakan luka mendalam bagi suporter yang menjadi korban. Namun, kini viral sebuah video oknum polisi malah membentak dan memukul Suporter Arema itu.
 
Sebuah akun Instagram @fakta.indo mengunggah video Suporter Arema yang turun ke lapangan untuk mengingatkan polisi jangan sampai menyemprot gas air mata ke arah tribun sebab banyak anak kecil.
 
Namun seorang Suporter Arema tersebut malah dibentak dan dipukul oleh oknum polisi dan menyuruhnya keluar lapangan.
 
 
Banyak netizen yang menyayangkan sikap oknum polisi yang bertindak sewenang-wenang.
 
Oknum itu dinilai arogan dan tidak bisa mengayomi masyarakat, padahal niat suporter itu baik hanya untuk mengingatkan, tidak anarkis.
 
"Pak jangan pakai gas air mata, ada anak kecil pak," ucap pria berbaju Arema mendekati seorang polisi bersenjata lengkap.
 
 
Namun tiba-tiba ada satu oknum polisi lain yang mendekat dan marah-marah pada suporter tersebut serta menyuruhnya keluar lapangan.
 
"Keluar keluar," teriak oknum polisi tersebut dengan memukul pria berbaju Arema.
 
"Iya saya keluar," ujar suporter tersebut.
 
 
Di samping itu, banyak netizen yang menandai akun Kapolri dan Divisi Humas Polri untuk mengusut juga oknum yang ada di video tersebut.
 
Padahal, suporter itu berbicara baik-baik namun malah oknum polisi yang tersulut emosi.
 
Kalian bisa melihat video lengkapnya pada link di bawah ini:
 
 
 
Sementara itu, menurut data Polri, korban yang meninggal dari insiden di Stadion Kanjuruhan Malang saat ini berjumlah 125 orang.
 
Ada 21 orang luka berat dan 304 luka ringan sehingga total seluruh korban sekitar 450 orang. ***

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X