• Senin, 29 November 2021

Ratusan Buruh Demo Tuntut Upah Minimum Rp 3.400.000

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:47 WIB
Ratusan buruh menggelar aksi demo di depan kantor gubernur jawa timur, jalan pahlawan surabaya. (fauzi/memo)
Ratusan buruh menggelar aksi demo di depan kantor gubernur jawa timur, jalan pahlawan surabaya. (fauzi/memo)

Surabaya, koranmemo.com - Ratusan buruh menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa (26/10). Mereka menuntut penetapan upah minimal Rp 3.400.000,-.

Pantauan di lapangan, perwakilan aksi demo berorasi di atas mobil komando menyuarakan uneg-unegnya dengan pengeras suara.

Mereka (buruh) menuntut dalam menetapkan upah minimum dengan ketetapan yang berkeadilan. "Kita sampaikan, bahwa dari 80 persen perusahaan di Jawa Timur membayar upah rata-rata di bawah upah minimum kabupaten/kota (UMK)," ujar salah satu perwakilan aksi

Patut diketahui, katanya, Gubernur Khofifah harus bisa mengevaluasi kinerja ketenagakerjaan. Mengapa, setiap mengajukan laporan terkait upah, sering kali ada perselisihan di setiap perusahaan. Pihaknya berharap, birokrasi dapat dibenarkan yang juga dalam permasalahan ketenagakerjaan bukan untuk memprioritaskan pengusaha.
 
 
"Kami menanti komitmen dari Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa," ucapnya.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Jawa Timur Jazuli mengatakan, massa aksi demo buruh ini berasal dari sejumlah kabupaten/ kota di Jawa Timur masing-masing, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Tuban, Pasuruan, Probolinggo, hingga Jember.

"Jumlah buruh yang ikut demo sekitar 500 orang yang terpusatkan di Kantor Gubernuran Provinsi Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya," katanya.

Para buruh mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa agar segera menetapkan UMSK Mojokerto tahun 2021. Sebab, hal ini hingga saat ini masih belum ditetapkan.

"Kita berharap, Bu Gubernur Khofifah dapat wujudkan upah layak, berkeadilan di Jawa Timur," sebut Jazuli.
 
 
Selain itu, Jazuli meminta Gubernur Khofifah untuk menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur tahun 2022 sebesar Rp 3,4 juta. Menurutnya, upah yang mereka terima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk Rp 3,4 juta ini di dapat dari data yang disajikan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dijadikan parameter pengali kenaikan UMP Jawa Timur tahun 2022.

Sekedar diketahui, pekerja buruh tergabung dalam FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) dalam tuntutan demo menolak undang-undang Omnibus Law atau UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja, dengan mendesak Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan judicial review yang diajukan FSPMI.

Tuntutan yang di suarakan telah mendesak pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di dalam perusahaan tanpa menggunakan Omnibus Law atau UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja. Dan tetap berlakukan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2022 di Jawa Timur.

Reporter : M Fauzi
Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Varian Baru Covid-19 Mengancam, Ini Langkah Imigrasi

Minggu, 28 November 2021 | 17:44 WIB

Peringatan HMPI Diisi dengan Gerakan Penghijauan

Minggu, 28 November 2021 | 15:34 WIB

Rem Blong, Nyawa Pasutri Trenggalek Melayang 

Minggu, 28 November 2021 | 14:54 WIB

Kejar Level 1, Polres Kediri Gelar Vaksinasi di Ponpes

Minggu, 28 November 2021 | 06:02 WIB

Kecelakaan di Gampengrejo 4 Tewas, Begini Kronologinya

Sabtu, 27 November 2021 | 10:51 WIB

Ditabrak Motor, Karyawan PLN Asal Gedangsewu Tewas

Jumat, 26 November 2021 | 10:05 WIB
X