• Senin, 23 Mei 2022

Viral.. Video Penganiayaan Siswi di Kota Malang, Diduga Usai Diperkosa

- Senin, 22 November 2021 | 13:33 WIB
tampak layar dalam video penganiayaan siswi di Kota Malang. (Arief/memo)
tampak layar dalam video penganiayaan siswi di Kota Malang. (Arief/memo)

Malang, koranmemo.com - Video penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa orang dan pelajar diduga berada di lahan kosong Kota Malang, viral.

Dalam video penganiayaan berdurasi 2.29 detik ini korban hanya bisa pasrah dan menerima berbagai penganiayan yang dilakukan oleh beberapa orang dan pelajar.

Informasi yang diperoleh koranmemo.com dalam video tersebut, anak perempuan tersebut tergeletak saat ada anak lain yang menendang kepalanya.

Kemudian, dalam video tersebut, orang lain juga memukulkan sandal ke kepalanya.

Baca Juga: Kapolres Batu Naikkan Pangkat 3 ASN, Beri Penghargaan Anggota Polri Berprestasi

Baca Juga: Beri Santunan Korban Banjir Bandang, Wali Kota Batu Apresiasi BPJS Ketenagakerjaan

Korban mengalami penyiksaan begitu rupa. Sementara para pelaku penyiksaan tampak senang dan melompat-lompat kegirangan ketika melakukan penganiayaan tersebut.

Kemudian, seiring dengan video ini, ada pula narasi yang menceritakan latar belakang kejadian tersebut.

Dalam keterangan yang muncul di WhatsApp grup, korban adalah anak asuh dari salah satu panti asuhan di Kota Malang. Ibu korban adalah pembantu rumah tangga, sementara ayahnya ODGJ.

Anak panti asuhan tersebut, mengalami peristiwa kekerasan seksual oleh seorang pria dewasa di sebuah rumah di Kota Malang.

Pria dewasa tersebut mengikat tangannya dengan selendang dan membekap mulut korban. Setelah melakukan perbuatan itu, pria dewasa yang sudah berkeluarga itu ketahuan istrinya.

Tetapi, sang istri malah membawa pelaku kekerasan bersama 8 orang anak ke sebuah tanah lapang yang sepi.

Lokasinya disebut berada di daerah perumahan di Kota Malang.

Di tanah lapangan inilah, video penyiksaan dan penganiayaan terhadap korban terjadi. Sebagai pengingat, video berikut ini mengandung unsur kekerasan yang sangat meresahkan. Tonton dan nilailah dengan kebijaksanaan anda sendiri.

Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X