Banyak Tradisi Unik di Indonesia untuk Memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Salah Satunya Pohon Uang

- Kamis, 29 September 2022 | 14:00 WIB
Maulid Nabi Muhammad di Indonesia memiliki tradisi yang unik dan bermanfaat (freepik)
Maulid Nabi Muhammad di Indonesia memiliki tradisi yang unik dan bermanfaat (freepik)

koranmemo.com – Umat Islam di  Indonesia dari berbagai daerah selalu mengadakan acara dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bahkan ada yang mempunyai tradisi unik yaitu membuat pohon uang.

Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa daerah yang melakukan tradisi yang unik dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini sudah dilestarikan sejak lama dan turun temurun.

Tradisi peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut biasanya dilaksanakan pada setiap bulan. Tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam hitungan kalender Hijriyah.

Baca Juga: Ada Kesempatan Kerja di  AUTO 2000, Perusahaan Buka Lowongan Kerja untuk Mengisi 3 Posisi  Strategis

Penasaran kira-kira apa saja tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Islam dari berbagai daerah  di Indonesia dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW ? Berikut ini uraiannya :

1. Grebeg Maulud atau Sekaten

Tradisi menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad yang selanjutnya adalah Grebeg maulud atau yang biasa dikenal dengan Sekaten. Tradisi Grebeg Maulud atau Sekaten merupakan tradisi untuk menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh Keraton Solo.
 
Baca Juga: Menyingkap Misteri Mall Klender Jakarta, Benarkah Ada Hantu Wanita dengan Wajah Melepuh?

Pada acara ini, masyarakat akan menikmati beragam hiburan dan atraksi yang diadakan oleh pihak Keraton. Puncak acara Grebeg Maulud atau Sekaten ini adalah adanya iring-iringan dari Kasunanan Surakarta yang membawa gunungan yang berisi berbagai macam makanan dan juga hasil bumi.

Gunungan yang berisi makanan dan hasil bumi tadi akan diarak dan dibawa menuju ke Masjid Agung. Setelah sampai di Masjid Agung, prosesi selanjutnya adalah penyelenggaraan doa dan upacara persembahan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,.

Setelah itu, sebagian gunungan akan dibagikan kepada masyarakat umum dan dengan antusias masyarakat akan berebut gunungan yang berisi makanan dan hasil bumi tadi.
 
Baca Juga: Tradisi Rambu Solo Suku Toraja, Ritual Pemakaman yang Menghabiskan Biaya Namun Tetap Dilestarikan 

2. Bungo Lado

Kota Padang Pariaman, Sumatera Barat punya tradisi unik dalam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi yang dilakukan adalah Bungo Lado yang berarti  bunga cabai.

Dalam tradisi ini, kamu akan melihat ada pohon yang dihias dan daunnya berupa uang kertas atau masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan pohon uang. Uang kertas dengan berbagai nominal akan ditempel pada pohon yang dihias dengan cantik menggunakan kertas hias.

Tradisi Bungo Lado sendiri menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat dan juga para perantau untuk menyumbang dalam pembangunan rumah ibadah. Biasanya masyarakat akan beramai-ramai membawa pohon uang dari berbagai dusun untuk dikumpulkan dan akan disumbangkan untuk pembangunan rumah ibadah.

Tradisi Bungo Lado ini oleh masyarakat Padang adalah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh allah SWT.

3. Ngalungsur Pusaka

Pernah lihat ritual pembersihan barang-barang pusaka ? Jika belum bisa lihat tradisi perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Upacara Ngalungsur pusaka adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW yaitu dengan melakukan prosesi upacara ritual mencuci barang-barang pusaka peninggalan Sunan Rohmat ( Sunan Godog/ Kian santang )yang akan dibersihkan dengan menggunakan air bunga dan kemudian digosok dengan minyak wangi.

Nah itu dia beberapa tradisi unik yang dilakukan oleh sebagian umat Muslim dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Meskipun berbeda tempat dan berbeda tata cara tradisinya,  namun tujuan dari semua itu sama yaitu untuk turut bersuka cita dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Penulis : Siti Ani Sukmawati

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X