• Kamis, 28 Oktober 2021

Warga Caruban Tuntut Presiden dan Bupati

- Jumat, 12 Mei 2017 | 11:01 WIB
@f-tragedimei
@f-tragedimei

*Tuntaskan Tragedi Berdarah 12 Mei dan Desak Bupati Kembalikan Nama Caruban


Madiun, Koranmemo.com- Momentum peringatan tragedi 12 Mei 1998, dimanfaatkan warga Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa di Taman Caruban, Jumat (12/5) pagi.

Selain menuntut Presiden RI  menuntaskan tragedi berdarah 12 Mei, mereka juga mendesak Bupati Madiun mengembalikan nama Caruban sebagai Ibukota Kabupaten Madiun.
"Presiden harus tuntaskan kasus 12 Mei 1998. Dan kami juga menuntut nama Kota Caruban dipertahankan, bukan Mejayan," kata Harsanto, koordinator aksi.
Ditegaskan, dalam  Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 52 Tahun 2010, tidak mengatur perubahan nama Kota Caruban menjadi Mejayan, namun mengatur administrasi tentang pemindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun dari Kota Madiun ke wilayah Kecamatan Mejayan.
Apabila, Pemkab Madiun beralasan perubahan nama Caruban karena tidak ada titik koordinatnya, hal itu dinilai omong kosong dan pembodohan terhadap masyarakat.
"Jika mengacu titik koordinat modern, maka nama Kota Mejayan juga tidak ada, karena yang ada hanya Kecamatan Mejayan. Ini sudah kejahatan masif," katanya.
Pihaknya mendesak kepada pengambil kebijakan segera mengembalikan nama Kota Caruban sebagai Ibukota Kabupaten Madiun. "Kita minta pengambil kebijakan duduk bersama dan harus mengacu pada Permendagri No 30 tahun 2012," tandasnya.
Diketahui, sebelumnya, Bupati Madiun Muhtarom beralasan perubahan nama Caruban tersebut, atas permintaan pusat. Lantaran, hasil survei Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanas), Caruban tidak ada titik koordinatnya.


Reporter: Hendri Wahyu Wijaya


Editor:  Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

Tiga Nama Calon Sekda Kota Madiun Dikirim ke KASN

Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:42 WIB
X