• Selasa, 26 Oktober 2021

Pemkab Kediri Akan Kaji Ulang Pembukaan SLG

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:22 WIB
perwakilan pedagang kaki lima bersama Pemkab Kediri saat menggelar pertemuan di Ruang Pamenang (rizky/memo)
perwakilan pedagang kaki lima bersama Pemkab Kediri saat menggelar pertemuan di Ruang Pamenang (rizky/memo)

Kediri, koranmemo.com - Perwakilan pedagang kaki lima (PKL)  di Pasar Tugu dan Car Free Daya (CFD) yang ada di Simpang Lima Gumul (SLG) melakukan audiensi dengan Pemkab Kediri, Kamis (13/10/2021).
 
Ini terkait keinginan mereka untuk berjualan kembali di area SLG. Mereka mengeluh karena tidak bisa berjualan seperti biasanya akibat penutupan area SLG terkait adanya PPKM.
 
Audensi dilaksanakan di Ruang Pamenang Pemkab Kediri dan dihadiri
oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Kediri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kasat Pol PP Kabupaten Kediri, Kasat Intel Polres Kediri, dan Satlantas Polres Kediri.
 
Mamik Amiyati, Asisten Administrasi Umum Pemkab Kediri mengatakan, pihaknya sudah memikirkan terkait PKL yang berjualan di area Pasar Tugu SLG.
 
Tetapi, wacana terkait pembukaan SLG juga sudah secepatnya dilakukan, namun waktunya masih belum ada. Oleh karena itu, pihaknya masih melakukan pengkajian terkait pembukaan SLG.
 
"Kita ketahui dari dinas pariwisata sudah melakukan pembukaan tiga objek wisata. Alhamdulillah tidak ada masalah. Yang penting tetap protokol kesehatan ketat harus juga diterapkan," jelasnya.
 
Dia mengungkapkan, data jumlah PKL yang berjualan di area SLG sekitar 500 orang. Oleh karena itu, pihaknya masih ada pertimbangan tersendiri jika SLG dibuka kembali.
 
Seperti penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk antisipasi penyebaran Covid-19, karena banyak memiliki akses pintu dan banyak orang yang berdagang.
 
"Tetap kita ajukan, tapi secara mekanisme nanti juga harus ada pertimbangkan. Mereka semua memang meminta untuk jualan lagi," ujar Mamik.
 
Sementara itu, Ayu (35) penjual kopi dan pentol asal Desa Joho Kecamatan Ngasem berharap PKL bisa berjualan kembali seperti biasanya.
 
Sebab, sejak ditutupnya kawasan SLG membuat pendapatan tidak pasti. Dalam sehari ia hanya mendapatkan hasil Rp 20 hingga Rp 30 ribu.
 
"Kami ingin setelah pertemuan ini  seputaran SLG bisa dibuka kembali lagi agar kami bisa mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap pedagang yang berjualan sejak 8 tahun itu.
 
Seperti diketahui, para PKL pada Kamis (14/10/2021) berencana akan menggelar aksi unjukrasa untuk meminta kawasan SLG untuk bisa segera dibuka kembali.
 
 Namun dengan adanya audiensi tersebut, para PKL Pasar Tugu dan CFD tidak jadi menggelar aksi unjukrasa.
 
Reporter : Rizky Rusdiyanto
Editor      : Muji Hartono

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

DPRD Ngawi Tuding Rehabilitasi 11 SMPN  Asal-asalan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:38 WIB

Pemkot Kediri Bersama Kemenkominfo Gelar Diskusi SPBE

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 22:14 WIB

Urusan Lelang Jabatan, Wali Kota Madiun Bikin Sensasi

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:24 WIB
X