• Selasa, 26 Oktober 2021

Tampung Aspirasi Paguyuban Angkutan Pelajar, Usahakan Tahun 2022 Jadi Prioritas

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:29 WIB
Beberapa angkutan umum tengah parkir sebelum berangkat. (angga/memo)
Beberapa angkutan umum tengah parkir sebelum berangkat. (angga/memo)

Trenggalek, koranmemo.com - Puluhan sopir yang tergabung dalam paguyuban angkutan pelajar gratis se-Kabupaten Trenggalek mendatangi kantor DPRD setempat.

Mereka mengadu terkait kelanjutan nasib mereka usai pemutusan kontrak kerja yang dilakukan pemerintah setempat. Para sopir angkutan itu meminta kontrak kerja sama tersebut untuk dikembalikan.

Ketua paguyuban angkutan pelajar Kabupaten Trenggalek, Sadar menyebut, dampak pemutusan kontrak angkutan pelajar membuat perekonomian para sopir semakin terpuruk.

Pemutusan kontrak kerja sama itu dilakukan setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah untuk memutus persebaran rantai pandemi Covid-19.

“Karena pelajar tak lagi mengikuti pembelajaran tatap muka (di sekolah),” ujarnya saat menyampaikan aspirasi.

Sadar menyebut, pemutusan kontrak kerja sama itu dilakukan pada kisaran tahun 2020, setelah tahun sebelumnya pemerintah setempat melakukan kerja sama dalam program angkutan pelajar gratis.

Persoalan kian pelik. Usai menjalin kerja sama, kata Sadar, banyak sopir yang berinisiatif untuk mengganti kendaraan mereka dengan ukuran yang lebih besar.

Harapannya, daya angkut penumpang semakin meningkat sehingga bisa bekerja lebih efektif. Untuk mengganti kendaraan baru itu, tak sedikit dari para sopir mengambil jalan kredit.

“Kami dari para angkutan pelajar ini punya tanggungan agunan, terus bagaimana nasib kami. Maka kami ingin kepastiannya, kalau memang 2021 ini tak bisa operasi, tahun depan itu pasti. Apa yang disampaikan tadi kami jadikan pedoman, jika sampai melesat, kami akan menuntut lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Pranoto mengatakan, belum dioperasikannya angkutan pelajar ini disebabkan dampak pandemi Covid-19. Kendati demikian, pihaknya akan menampung aspirasi dari paguyuban itu untuk dicarikan solusi terbaik.

“Aspirasi dari teman-teman tadi akan kami akomodir untuk menjadi prioritas pemerintahan di tahun anggaran berikutnya,” kata Pranoto usai menerima sekitar 24 sopir yang tergabung dalam paguyuban tersebut.

Pranoto mengamini turunnya pendapatan para sopir angkot di masa pandemi. Sebab, angkutan pelajar menjadi salah satu penyumbang ekonomi para sopir selain mengandalkan angkutan penumpang umum yang mulai sepi.

Untuk itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk sama-sama menanggulangi pandemi Covid-19 sehingga ekonomi segera pulih.

“Banyak sektor ekonomi terdampak akibat pandemi, termasuk para sopir pengangkut pelajar. Akan tetapi, pandemi menjadi acuan awal, yang setidaknya ketika status kabupaten ini level dua, itu sektor ekonomi bisa kembali dibuka,” tukasnya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor      : Muji Hartono

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

DPRD Ngawi Tuding Rehabilitasi 11 SMPN  Asal-asalan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 20:38 WIB

Pemkot Kediri Bersama Kemenkominfo Gelar Diskusi SPBE

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 22:14 WIB

Urusan Lelang Jabatan, Wali Kota Madiun Bikin Sensasi

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:24 WIB
X