• Sabtu, 21 Mei 2022

Simak dan Pahami ! Ini Penyebab Perbedaan Penentuan Awal Ramadhan

- Minggu, 16 Januari 2022 | 11:16 WIB
ilustrasi, penentuan awal ramadhan kemungkinan bisa berbeda (pixabay)
ilustrasi, penentuan awal ramadhan kemungkinan bisa berbeda (pixabay)

koranmemo.com - Hari dan tanggal pada awal Ramadhan setiap tahun selalu berbeda. Sebab awal Ramadhan sesuai kalender Islam selalu lebih cepat 10- sampai 12 hari dalam hitungan kalender masehi.

Perbedaan penentuan awal Ramadan juga ada kemungkinan terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan.

Perbedaan penentuan awal Ramadan di tahun-tahun sebelumnya pernah terjadi. Penentuan awal Ramadhan yang sering berbeda adalah yang dilakukan dua lembaga keagamaa besar di Indonesia, yakni, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Baca Juga: Masih Ingat ? Sadinah alias Bu Kasur, Seorang Pejuang Pendidikan di Indonesia

Dikutip dari artikel berjudul 'Memahami Perbedaan Awal Ramadhan' di laman resmi Kominfo Jatim, perbedaan penentuan 1 Ramadhan begitu juga 1 Syawal, akibat adanya penunjukan dalil yang dianut oleh dua organisasi Islam besar di Indonesia (NU dan Muhammadiyah).

NU menggunakan metode rukyat (melihat hilal), sedangkan Muhammadiyah dengan metode hisab (perhitungan).

Ketua MUI Jatim Abdussomad Bukhori mempunyai gagasan menarik untuk menghilangkan perbedaan ini. Caranya dengan sama-sama bersifat arif dalam melihat posisi irtifak hilal.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sarankan Buat Komentar Positif di Sosmed, Jika Tidak Bisa, Maka Ditahan, Tidak Perlu Komentar

NU jangan terlalu tinggi dengan melihat posisi hilal dua derajat. Sedangkan Muhammadiyah jangan terlalu rendah dengan hanya 0 derajat sudah bisa menentukan pergantian bulan.

“Jika itu dilakukan saya yakin akan ketemu. Karena sebenarnya tidak ada selisih yang berarti. Itu kan cuma satu hari perbedaannya,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Ulul Hadiyin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X