• Selasa, 9 Agustus 2022

Alokasi Pupuk Subsidi Berkurang, Begini Dampak Langsung ke Petani di Tulungagung

- Minggu, 19 Juni 2022 | 19:13 WIB
Terlihat salah seorang petani di Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu saat mempersiapkan masa tanam (isal/memo)
Terlihat salah seorang petani di Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu saat mempersiapkan masa tanam (isal/memo)
Tulungagungkoranmemo.com-Berkurangnya alokasi pupuk subsidi, ditambah rencana dihapusnya subsidi tiga jenis pupuk semakin membuat petani khawatir. Pasalnya, dengan berkurangnya alokasi pupuk subsidi, berdampak kepada hasil panen.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang petani padi di Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu, Didik Nugroho.
 
Dia mengatakan, pada masa tanam awal tahun 2022, kekurangan pupuk subsidi untuk kebutuhan tanam padi masih dirasakan oleh kalangan petani.
 
Bahkan kekurangan pupuk subsidi tahun ini semakin banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 
 
 
Padahal, keberadaan pupuk sendiri juga berdampak terhadap tanaman para petani.
 
"Kalau pupuk yang didapat oleh petani berkurang, otomatis hasil panen juga berkurang," kata Didik Nugroho, Minggu (19/6).

Akibat berkurangnya pupuk yang diterima oleh petani, jelas Didik, dari yang semula satu petak sawah bisa menghasillan padi sebanyak 1 ton, namun saat ini hasil panen padi satu petak sawah hanya bisa menghasilkan padi sebanyak 800 kilogram saja. 
 
Menurutnya, hal itu tidak hanya dirasakan olehnya, lantaran hampir seluruh petani di Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu mengeluhkan hal serupa. 
 
 
"Saat ini petani semakin sulit, pupuk juga semakin sulit, sedangkan harga jual padi tetap tidak ada peningkatan," jelasnya.

Tidak hanya itu, ungkap Didik, rata-rata petani di Tulungagung memiliki lahan garapan yang luas, sehingga membutuhkan pupuk lebih banyak. 
 
Namun disaat pupuk subsidi yang didapat tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan lahan garapan, para petani biasanya memilih untuk membeli pupuk non subsidi.
 
Hanya saja, para petani masih harus dihadapkan harga pupuk non subsidi yang tiga kali lipat lebih mahal dari pada pupuk subsidi.
 
 
Kendati demikian, pihaknya berharap agar musim tanam depan, agar keberadaan pupuk subsidi untuk petani bisa sepenuhnya terpenuhi.
 
"Biasanya untuk menutupi kebutuhan pupuk, saya beli pupuk non subsidi dan menghabiskan uang Rp 6 juta. Namun, musim tanam kemarin membengkak menjadi Rp 10 juta karena kekurangan pupuk yang bertambah banyak," pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Achmad Saichu
 

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fajar/Rian Juarai Indonesia Masters 2022

Minggu, 12 Juni 2022 | 17:06 WIB
X