Daun Bidara, Bukan Hanya Untuk Mengusir Jin

- Rabu, 17 November 2021 | 10:26 WIB
Daun bidara (shutterstock)
Daun bidara (shutterstock)

koranmemo.com - Daun bidara, ketika kita mendengar kata daun bidara, tentu biasanya mengarah pada pembahasan tentang pengobatan ruqyah atau terapi Al Quran. Sebab daun bidara adalah salah satu herbal yang digunakan oleh kalangan peruqyah untuk mendukung proses penyembuhan gangguan jin melalui ruqyah. Biasanya peruqyah mengambil 7 helai daun bidara lalu diblender dicampur air setengah gelas. Kemudian air bidara yang diwadahi dalam gelas dibacakan ayat-ayat Al Quran sebelum diminumkan pada pasien.

Daun bidara dipercaya manjur untuk mengobati orang yang kena gangguan jin atau kesurupan.  Meski tidak disebutkan pasti di dalam hadis bahwa daun bidara bisa mengusir jin atau setan namun dalam beberapa kesempatan dan keadaan Rasulullah mengajurkan penggunaan daun bidara. Seperti saat ada orang kafir masuk Islam, Rasulullah menyuruh yang bersangkutan untuk mandi menggunakan air yang diberi daun bidara.    

Diriwayatkan dari Qois bin ‘Ashim RA, Rasulullah bersabda :

أَنَّهُ أَسْلَمَ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Dia masuk Islam, lalu Nabi Muhammad SAW memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun bidara.” (HR. An Nasai  dan At Tirmidzi)

Penggunaan daun bidara untuk kelengkapan mandi bagi wanita haid juga disampaikan Rasulullah.

Baca Juga: Jelang Lawan Arema FC, Ini Instruksi Khusus Javier Roca untuk Pemain Persik Kediri

Baca Juga: Konferensi XV PWI Jatim, Ketua PWI Minta Pelaksanaan Terapkan Prokes

Diriwayatkan dari Aisyah RA, “Asma' bertanya pada Nabi Muihammad tentang mandinya wanita yang sedang haid. Rasulullah kemudian bersabda, "Salah seorang dari kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, lalu bersuci, lalu membaguskan bersucinya.."(HR. Bukhari dan Muslim )

Di hadis lain Rasulullah memerintahkan penggunaan daun bidara untuk memandikan mayit. Perintah ini disampaikan Rasulullah pada Ummu ‘Athiyah dan para perempuan yang melayat untuk memandikan anaknya yang meninggal dunia,

اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مَنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian).” (HR. Bukhari dan Muslim ).

Editor : Hadiyin

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sholat Idul Adha, Ini Tata Cara dan Urutannya

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:23 WIB
X