• Jumat, 30 September 2022

Perang Obor, Tradisi Tolak Bala Masyarakat Jepara di Bulan Dzulhijjah

- Kamis, 30 Juni 2022 | 12:42 WIB
Pernah dengar Perang Obor? Tradisi tersebut merupakan tolak bala masyarakat Jepara di bulan Dzulhijjah.
Pernah dengar Perang Obor? Tradisi tersebut merupakan tolak bala masyarakat Jepara di bulan Dzulhijjah.

Baca Juga: 4 Film Netflix yang Tidak Boleh Ditonton Anak Dibawah Umur

Suatu ketika, saat Ki Gemblong sedang menggembala hewan ternak di tepi sungai. la melihat banyak ikan dan udang di dalam sungai. Ki Gemblong kemudian menangkap ikan serta udang, dan membakarnya di dalam kandang ternak.

Hal tersebut dilakukan Ki Gemblong berkali-kali, hingga ia terlalu sibuk makan dan melupakan tugas utamanya, yaitu merawat hewan-hewan ternak Mbah Babadan. Akibat diabaikan Ki Gemblong, semua hewan ternak menjadi kurus dan sakit. Mbah Babadan mulai curiga dengan hal yang dialami ternaknya.

Akhirnya, ia menyaksikan sendiri Ki Gemblong sedang menikmati ikan dan udang bakar di dalam kandang ternak, Seketika itu, Mbah Babadan marah dan memukul Ki Gemblong menggunakan pelepah kelapa yang sudah dibakar.

Baca Juga: Jaga Hak Pilih, Bawaslu Optimalkan Data Pemilih

Tidak terima dengan pukulan itu, Ki Gemblong membalas memukul menggunakan pelepah kelapa yang sudah dibakar. Alhasil, terjadilah Perang Obor yang membuat kandang ternak habis terbakar dan besarnya api membuat semua hewan ternak milik Mbah Babadan melarikan diri.

Mbah Babadan dan Ki Gemblong terkejut melihat semua hewan ternak di kandang yang mulanya sakit, tiba-tiba sembuh dan bisa melarikan diri setelah terjadi Perang Obor. Peristiwa inilah yang mendasari munculnya keyakinan bahwa Perang Obor merupakan sebuah upaya tolak bala.

Demikian, asal-usul tradisi Perang Obor masyarakat Jepara yang diyakini dapat menolak bala yang dapat kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasanmu ya.***

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya 

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X