• Kamis, 8 Desember 2022

Mengenal Al-Hafidzah Karimah Al-Marwaziyyah, Perempuan Pertama yang Belajar Kitab Shahih Bukhari

- Rabu, 14 September 2022 | 12:36 WIB
Ilustrasi Kitab Ulama Nusantara
Ilustrasi Kitab Ulama Nusantara
koranmemo.com - Al-Hafidzah Karimah Al-Marwaziyyah adalah seorang ulama perempuan dan ahli hadits terkemuka pada abad ke- 5 masehi. Ia juga merupakan perawi hadits dari Imam Bukhari yang pertama.,Banyak ulama besar ahli hadits pada masanya mengambil sanad Imam Bukhari padanya.

Al-Hafidzah Karimah al-Marwaziyyah lahir di Merv, sebuah kawasan besar di wilayah Khurasan Raya pada tahun 365 H. Ia memiliki nama lengkap Umm al-Kiaram Karimah binti Ahmad bin Muhammad bin Hatim al-Marwaziyyah seperti yang tertulis dalam kitab Siyar al-A’lam an-Nubala karangan Imam adz-Dzahabi.

Saat belia, beliau dibawa oleh ayahnya menuju Syam, tepatnya di Palestina. Kemudian pindah ke Makkah untuk bermukim di sana. Di kota Makkah inilah Al-Hafidzah Karimah al-Marwaziyyah menuntut ilmu kepada banyak ulama yang datang dari seluruh penjuru dunia.
 
Baca Juga: Pecak Terong Tanpa Santan, Menu Nikmat yang Bikin Ketagihan, Ini Resep ala Dapur Mami Faqih

Bahkan Al-Hafidzah Karimah al-Marwaziyyah selalu menunggu datangnya musim haji. Sebab, pada saat itu, ia akan bertemu dengan para ulama dari seluruh penjuru dunia untuk kemudian menimba ilmu kepada mereka, terutama mendapatkan hadist yang shahih dari mereka.

Al-Hafidzah Karimah al-Marwaziyyah menyelenggarakan sebuah forum pengajian untuk semua pelajar dan ulama, baik laki-laki maupun perempuan.

Dia juga memiliki manuskrip kitab Shahih Bukhari. Sebuah manuskrip yang kemudian hari dijadikan sumber penulisan oleh Al-hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani ketika menulis kitab Fath al-Bari, sebuah syarah atau penjabaran atas kitab Shahih Bukhari.
 
Baca Juga: Ngeri-Ngeri Sedap Dikirim ke Oscar 2023 Mewakili Indonesia di Katergori Penghargaan Film Fitur Internasional!

Beberapa ulama besar yang  belajar kepada Al-Hafidzah serta memperoleh ijazah darinya adalah Imam Abu Bakar Ahmad al-Khatib al-Baghdadi (Wafat 1070); Syaikh Abu al-Muzhaffar as-Samani (w. 1095); seorang muhaddits Kufah, Syaikh Abu Ghanaim Muhammad bin Ali bin Maimun an-Nursi (w. 1116).

Pada masanya, seluruh ulama dari wilayah Islam belahan timur dan barat mengakui kedalaman ilmunya, keunggulan dan keutamaan dari Al-Hafidzah Karimah al-Marwaziyyah. Bahkan salah seorang ulama berkata :

 فَالْعُلَمَاءُ كَافَّةً سَوَآءٌ أَكَانُوْا مِنَ المَشْرِقِ أَمْ مِنَ الْمَغْرِبِ كَانُوْا يَعْتَرِفُوْنَ بِقَدْرِ هَذِهِ الْعَالِمَةِ الْمُحَدّثَةِ الْكَبِيْرَةِ فَلَا يُشِيْرُوْنَ اِلَيْهَا إِلَّا بِالتَّبْجِيْلِ وَ التَّقْدِيْرِ وَ الْأَدَبِ, وَ قَدْ شَهِدُوْا لَهَا بِالاِتْقَانِ فِي الضَّبْطِ وَ المُقَابَلَةِ وَ الْمُقَابَلَةِ وَ الْمُعَارَضَةِ وَ الْفَهْمِ.

Artinya “semua ulama dari wilayah Timur maupun wilayah Barat mengakui kepakaran/keulamaan perempuan ahli hadits besar ini. Mereka menaruh penghormatan yang tinggi kepadanya. Mereka memberikan kesaksian kecerdasan dan kepiawaiannya dalam ilmu pengetahuan keislaman, berdiskusi, dan berdebat.”

Perempuan ahli hadits ini wafat pada tahun 463 H dalam usia 100 tahun. Ini disampaikan oleh Imam Ibnu Nuqthah dalam karyanya, At-Taqyid li Ma’rifat Ruwah as-Sunan wa al-Masanid.

Penulis : Suhaidi
Sumber :  Ulama-Ulama Yang Menghabiskan Hari-Harinya Dengan Membaca, Menulis Dan Menyebarkan Cahaya Ilmu Pengetahuan, karangan  Kyai haji Husein Muhammad.

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X