• Rabu, 30 November 2022

Sejarah dan Misteri Kampung Vietnam di Batam, Lokasi Wisata Bekas Camp Pengungsi Perang

- Senin, 3 Oktober 2022 | 19:20 WIB
tak disangka Kampung Vietnam di Batam memiliki kisah misteri dan sejarah menyeramkan yang berkaitan dengan camp pengungsi perang ( instagram/@bernadettakrizna )
tak disangka Kampung Vietnam di Batam memiliki kisah misteri dan sejarah menyeramkan yang berkaitan dengan camp pengungsi perang ( instagram/@bernadettakrizna )
 
Koranmemo.com- Kampung Vietnam adalah salah satu lokasi wisata di Batam yang memiliki sejarah dan misteri yang menyelimuti.
 
Awalnya, Kampung Vietnam adalah sebuah lokasi penampungan pengungsi dari Vietnam yang menyelamatkan diri karena terjadi perang saudara di negara mereka. 
 
Setelah seluruh pengungsi dipulangkan ke negara asalnya di pertengahan 1990an, lokasi Kampung Vietnam menjadi kosong dan dijadikan lokasi wisata beberapa tahun setelahnya. 
 
 
Sejarah
 
Pada tahun 1955 hingga 1975, terjadi perang saudara di Vietnam antara Vietnam utara melawan Vietnam selatan, Kamboja dan Laos. 
 
Peperangan tersebut dimenangkan oleh Vietnam Utara yang berideologi komunis, sehingga kemudian membuat mereka mengambil alih kepemimpinan disana. 
 
Sebagian besar masyarakat Vietnam yang berseberangan atau takut dengan pemerintahan baru ini banyak melarikan diri dari negaranya.
 
 
Mereka berbondong-bondong mencari tempat untuk berlindung di berbagai negara lain dengan menggunakan sampan atau kapal kayu. 
 
Salah satu negara yang menjadi tempat berlabuh mereka adalah Indonesia, salah satunya di kawasan Kepulauan Riau. 
 
Melihat begitu banyaknya pengungsi perang Vietnam yang sampai ke negaranya, pemerintah Indonesia dengan dasar kemanusiaan bersedia menampung dan memberikan pertolongan kepada mereka. 
 
 
Pemerintah Indonesia kemudian memusatkan lokasi pengungsian ke Pulau Galang, Batam, karena lokasinya strategis dan dekat dengan perairan. 
 
Salah satu pertimbangan dalam memilih pulau Galang sebagai tempat pengungsian adalah karena lokasinya yang jauh dari penduduk asli. Tujuannya agar tidak terjadi kontak langsung yang memungkinkan terjadi hal-hal tidak diinginkan.
 
Pada bulan Mei 1979, seluruh negara ASEAN berkumpul dan membicarakan masalah pengungsi hingga menghasilkan kesepakatan bahwa UNHCR akan membantu biaya penanganan pengungsi di Indonesia. 
 
 
Akhirnya, Indonesia menggunakan dana tersebut untuk membangun barak pengungsi beserta seluruh fasilitas pendukung. 
 
Barak tempat tinggal, tempat ibadah, dapur bersama, sekolah, pemakaman hingga penjara didirikan di kampung ini. 
 
Pengungsi juga bisa melakukan transaksi ekonomi untuk menunjang kehidupan mereka disana. Sebagian besar dari mereka hidup dari sektor pertanian dan nelayan. 
 
 
Pemerintah Indonesia juga memberikan pendidikan dasar dan pembelajaran bahasa Indonesia kepada mereka. 
 
Semua ini terlaksana dari tahun 1975 hingga tahun 1996 saat pemerintah Indonesia memutuskan memulangkan seluruh pengungsi ke negara asal karena melihat kondisi sudah stabil. 
 
Pemulangan ini juga berlangsung dramatis karena banyak dari mereka yang menolak untuk pulang. Meski begitu, pemerintah berhasil memulangkan mereka dan menutup lokasi pengungsian. 
 
 
Misteri 
 
Camp pengungsi Vietnam di Pulau Galang berada di tengah hutan lebat dan cukup terisolasi dari pemukiman luar. Untuk sampai kesana dibutuhkan waktu sekitar 1.5 dari pusat kota Batam. 
 
Jarak antara pos keamanan hingga pusat perkampungan cukup jauh ke dalam. Sebelum sampai ke barak pengungsian, pengunjung akan melewati vihara, kelenteng, dan pemakaman. 
 
Seluruh bangunan-bangunan ini sudah menua dan terlihat banyak cat mengelupas. Ditambah lagi latar belakang pepohonan lebat dan barisan pemakaman gaya lama. 
 
 
Pada barak pemukiman, terdapat museum yang menunjukkan barang-barang bekas pengungsi dan foto-foto mereka. 
 
Terdapat pula gereja kayu dengan patung bunda maria di atas dinding bagian depan. Arsitekturnya yang menggunakan gaya lama membuat gereja sangat otentik. 
 
Nuansa seram cukup terasa jika waktu sudah mendekati malam ditambah dengan pengunjung yang sudah mulai pulang. 
 
 
Beberapa kali terdengar cerita pengalaman pengunjung yang sekilas melihat penampakan orang-orang bermata sipit di lokasi tersebut. 
 
Banyak yang percaya bahwa ada penunggu tak kasat mata disana karena memang banyak pula pengungsi yang meninggal dunia di tempat tersebut. 
 
Namun hingga saat ini belum ada pembuktian logis soal kejadian-kejadian mistis tersebut.
 
Pengunjung juga tetap ramai karena penasaran dengan sejarah dan bangunan camp pengungsi. 
 
Saat ini, lokasi wisata Kampung Vietnam dikelola oleh pemerintah Batam. Kamu yang ingin berkunjung kesini bisa datang dari pukul 08.00 -18.00 dengan tarif 5.000 per orang.***

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Artikel Terkait

Terkini

X