• Rabu, 8 Desember 2021

Musala Berbentuk Menara Kudus di Nganjuk

- Jumat, 4 Juni 2021 | 07:00 WIB
Musala Berbentuk Menara Kudus di Nganjuk
Musala Berbentuk Menara Kudus di Nganjuk

Terinsipirasi dari Candi Lor dan Candi Ngetos


Nganjuk, koranmemo.com - Sebuah musala menyerupai Menara Kudus berdiri di Kecamatan Pace. Musala ini memadukan dua kultur icon budaya Nganjuk yakni bangunan Candi Lor dan Candi Ngetos dengan Kebudayaan Islam di tanah jawa.


Siang itu langit diselimuti mendung, harusnya terik. Cahaya matahari hanya bisa masuk di sela-sela awan, jatuh tepat di atas atap Musala An-Nabaat yang desain bangunannya menyerupai Menara Kudus, membuat musala yang memang sudah terlihat cantik ini menjadi semakin indah.


Musala ini berada di kompleks kantor cabang bersama Cita Indonesia Group di Desa Batembat, Kecamatan Pace, tepatnya di Jalan Raya Kediri - Pace. Musala ini berada di sisi kanan jalan. Ketika masuk pintu gerbang, akan disambut gapura mirip di kerajaan yang didominasi batu-bata. Suasananya mirip tempat wisata candi, tapi musala yang berada di kompleks perkantoran. Lebih mendekat lagi, terlihat jelas bangunan mushola 3 meter persegi dengan tinggi menara mencapai 15 meter.


Dindingnya ditempel bata tempel berwarna merah bata, langsung didatangkan dari Kudus, Jawa Tengah. Ketika memasuki musala, bangunan belum sepenuhnya rampung. Dari tiga lantai, dua lantai yang sementara ini dapat difungsikan sebagai sarana ibadah.


Aroma kayu jati begitu pekat saat memasuki ruangan. Terlihat, pintu, usuk dan tiang penyangga bangunan terbuat dari kayu jati. Ukiran-ukiran di kayu menambah suasana kejawen di sudut-sudut mushola.


Jika datang pada sore atau malam hari, lampu-lampu hias di sudut-sudut kompleks lebih mempercantik musala. Tidak hanya musala, seluruh dinding di halaman perkantoran juga ditempeli bata tempel. Mulai dari gapura, tembok yang mengelilingi perkantoran, taman-taman mini juga kantor cabang Cita Indonesia Group yang berada di belakang dan samping perkantoran, semua dindingnya dihiasi bata tempel dan kayu jati sebagai perpaduannya.


Desainer bangunan itu tidak lain adalah Chief Executive Officer (CEO) Cinta Indonesia Group, Virnanda Aprila Hapsara sendiri. Agus Irianto, salah satu staf di Cita Indonesia Group mengatakan, latar belakang didirikannya mushola di lingkungan perkantorannya berdasarkan cita-cita dari Virnanda yang sudah lama menginginkan tempat ibadah diperuntukkan karyawan-karyawati yang bekerja di perusahaannya.


“Mulai dari office boy (OB), staff dan unsur direksi. Meskipun sesibuk apapun tidak melupakan ibadah salat lima waktu. Di samping untuk karyawan, musala yang diperuntukkan untuk umum. Dalam arti untuk masyarakat sekitar atau musafir boleh salat di sini,” papar Agus.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Terkini

Pacu Andrenalin Lintasan Klemuk Bike Park

Minggu, 5 Desember 2021 | 14:08 WIB

8 Rekomendasi Wisata Alam di Cilacap

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 11:49 WIB

Wisata Bali Bangkit di Tengah Pandemi COVID-19

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 22:00 WIB

Musala Berbentuk Menara Kudus di Nganjuk

Jumat, 4 Juni 2021 | 07:00 WIB

Wisata Air Perahu Mronjo Menunggu Dikembangkan

Kamis, 25 Maret 2021 | 22:00 WIB

Wisata Bendung Gerak Waruturi Kediri Kembali Dibuka

Minggu, 21 Maret 2021 | 11:23 WIB

Water Park dan Theme Park Suncity Segera Dibuka

Minggu, 14 Maret 2021 | 16:44 WIB
X